Showing posts with label Blog. Show all posts
Showing posts with label Blog. Show all posts

Jul 2, 2016

#sketsalebaran2016

Indonesia’s Sketchers, bekerja sama dengan seluruh komunitas sketchers di Indonesia (Bandung Sketchwalk, Bogor Sketchers, IS Jogja, Semarang Sketchwalk, IS Solo, dll) mengajak teman-teman sketchers, mengabadikan momen-momen Lebaran kita tahun ini melalui storytelling dan live sketching. Mulai dari momen mudik, kuliner, ibadah, momen keluarga dan sahabat, dan suasana di kampung halaman masing-masing. Tulis cerita kamu pada sketsa yang kamu buat dan share pengalaman itu di media sosial masing-masing dengan menggunakan hashtag #sketsalebaran2016

Agenda Blog

Feb 14, 2016

INTERNATIONAL SEMARANG SKETCHWALK 2016


Jadwal : 26 s.d 28 Agustus 26
Lokasi
1. Kota Lama Semarang
2. China Town - Semarang
3. Candi Borobudur - Magelang

INTERNATIONAL SEMARANG SKETCHWALK 2016 adalah acara sketchwalk edisi khusus yang akan melibatkan sketser internasional. Acara ini adalah bagian rentetan edisi regular Semarang Sketchwalk yang sudah diselenggarakan sejak bulan Juli 2015 dan rutin berlangsung pada setiap minggu ketiga setiap bulannya. International Semarang Sketchwalk 2016 direncanakan sejak bulan Agustus 2014, oleh para sketser semarang dengan melalui tahap-tahap persiapan, latihan, survey, studi banding di acara internal, nasional sampai internasional.
Misi yang diusung:
- sebagai ajang menumbuh-kembangkan keaktifan, kreatifitas, kepedulian masyarakat semarang dalam ikut serta terlibat dalam membangun kota,
- menumbuhkan bibit dan mengembangkan pada masyarakat untuk aktif berkesenian khususnya seni sketsa,
- mendokumentasi melalui gambar kawasan, lingkungan, bangunan dan sudut-sudut kota,
- mencintai warisan budaya,
- melakukan promosi melalui jejaring sosial media dan pameran,
- mendukung ekonomi kreatif, dan juga
- mendukung pariwisata.

Silahkan daftar segera !!! kunjungi http://www.issw2016.org


Pindai QR Code ini, untuk mendapatkan artikel di atas :)
Agenda Blog

Aug 8, 2015

Foto Pameran Lukisan dr Djoko Simbardjo di Gor Jatayu Pekalongan

"Dengan ilmu dan teknologi, hidup ini akan menjadi mudah. Dengan agama, hidup ini akan menjadi terarah. Dan dengan seni, hidup ini akan menjadi lebih indah." Demikian bunyi ungkapan bijak yang pernah kita dengar. Merujuk bunyi ungkapan tersebut, terlihat bahwa betapa hidup ini akan terasa bermakna jika manusia dapat mewujudkan ketiga ungkapan tersebut. Ungkapan terakhir dari ketiga ungkapan itu, menunjukkan bahwa keindahan merupakan salah satu faktor yang memiliki peran dalam menentukan kebermaknaan kehidupan umat manusia. Hal yang demikian, menyiratkan bahwa baik secara sadar maupun tidak, keindahan adalah variabel bebas yang dibutuhkan manusia.
Untuk mewujudkan kebutuhan keindahan itu, salah satu cara yang ditempuh oleh manusia adalah melakukan kegiatan berkesenian. Melalui kegiatan berkesenian, perihal keindahan dapat tersalurkan, dirasakan, dinikmati dan diungkapkan.
------------------------------------------------
Kegiatan yang menyenangkan, mengunjungi pameran Lukisan di Gor Jatayu Pekalongan.
Semoga kedepan banyak kegiatan serupa yang di adakan di Pekalongan.
Pekalongan AWESOME !!! 


















..

Anda suka dengan postingan ini silahkan klik tombol ini
Recent Post



Bagi Anda pengguna Android silahkan download aplikasi USk Pekalongan For Android disini
Dilarang mempergunakan gambar sketch kami tanpa se-izin yang membuat sketch

Pindai QR Code ini, untuk mendapatkan artikel di atas :)
Blog Foto

Jul 29, 2015

Djoko Simbardjo Akan Pamerkan 150 Lukisan di GOR JATAYU Pekalongan

PEKALONGAN – Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof dr Djoko Simbardjo Sp.B, Sp.OT akan menggelar pameran tunggal, di Gedung Kesenian dan Olahraga (GOR) Jetayu pada 6- 9 Agustus mendatang. Pameran tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Kota Pekalongan. Dalam pameran bertajuk “Apresiasi Kreativitas” tersebut, guru besar yang juga dokter spesialis ortopedi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta tersebut akan memamerkan 150 lukisan karyanya. Ketua Panitia Pameran Lukisan Djoko Simbardjo “Apresiasi Kreativitas”, Hendrawati Umar menjelaskan, Djoko Simbardjo memilih menggelar pameran lukisan di Kota Pekalongan karena ingin berbagi ilmu dengan seniman di kampung halamannya.

Berbagi Ilmu Menurut dia, awalnya, pameran akan diselenggarakan di Bandung. Namun Djoko memutuskan pameran akan digelar di Kota Pekalongan. ”Saya terkejut, ada apa di Pekalongan? Ternyata, beliau merasa ada sebuah getaran yang ingin disampaikan di Pekalongan setelah beliau melanglang kemana-mana. Beliau ingin berbagi ilmu dengan seniman di Pekalongan,” paparnya dalam konferensi pers di Waroeng Oemang, Sabtu (25/7). Selain menampilkan lukisan karya Djoko Simbardjo, pameran tersebut juga akan menghadirkan karya-karya kreatif warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pekalongan. Di antaranya tong lukis serba guna, kaligrafi aluminium, replika motor dan mobil, serta handuk dari Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). (K30-49)

Sumber Suara Merdeka Cetak 28 Juli 2015

 

Anda suka dengan postingan ini silahkan klik tombol ini
Recent Post



Bagi Anda pengguna Android silahkan download aplikasi USk Pekalongan For Android disini
Dilarang mempergunakan gambar sketch kami tanpa se-izin yang membuat sketch

Pindai QR Code ini, untuk mendapatkan artikel di atas :)
Blog

Dec 3, 2014

Pekalongan Raih Predikat Kota Kreatif Dunia dari UNESCO

RADAR PEKALONGAN ONLINE Kota Pekalongan berhasil meraih predikat sebagai ‘Kota Kreatif Dunia’ dari UNESCO, untuk katagori ‘Crafts and Folk Arts’ atau Kerajinan dan Kesenian Rakyat. Dengan begitu, kota yang terkenal akan batiknya ini resmi menjadi anggota Jaringan Kota Kreatif UNESCO bersama kota-kota lain di dunia.

Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, mengumumkan daftar 28 kota dari 19 negara di dunia, resmi menjadi anggota baru Jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO.

Dari 28 kota di dunia itu, salah satunya adalah Kota Pekalongan, untuk katagori ‘Crafts and Folk Arts’ (Kerajinan dan Kesenian Rakyat). Dari daftar tersebut dapat diketahui bahwa Kota Pekalongan menjadi satu-satunya kota di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, yang tahun ini berhasil masuk dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO.

Berikut daftar kota yang terpilih menjadi Kota Kreatif

  1. Bilbao (Spain) – Design
  2. Busan (Republic of Korea) – Film
  3. Curitiba (Brazil) – Design
  4. Dakar (Senegal) – Media Arts
  5. Dundee (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland) – Design
  6. Dunedin (New Zealand) – Literature
  7. Florianopolis (Brazil) – Gastronomy
  8. Galway (Ireland) - Film
  9. Granada (Spain) – Literature
  10. Gwangju (Republic of Korea) – Media Arts
  11. Hamamatsu (Japan) – Music
  12. Hanover (Germany) – Music
  13. Heidelberg (Germany) – Literature
  14. Helsinki (Finland) – Design
  15. Jacmel (Haiti) – Crafts & Folk Arts
  16. Jingdezhen (China) – Crafts & Folk Arts
  17. Linz (Austria) – Media Arts
  18. Mannheim (Germany) – Music
  19. Nassau (Bahamas) – Crafts & Folk Arts
  20. Pekalongan (Indonesia) – Crafts & Folk Arts
  21. Prague (Czech Republic) – Literature
  22. Shunde (China) – Gastronomy
  23. Sofia (Bulgaria) – Film
  24. Suzhou (China) – Crafts & Folk Arts
  25. Tel Aviv-Yafo (Israel) – Media Arts
  26. Tsuruoka (Japan) – Gastronomy
  27. Turin (Italy) – Design
  28. York (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland) – Media Arts
Source 


 

Anda suka dengan postingan ini silahkan klik tombol ini
Recent Post



Bagi Anda pengguna Android silahkan download aplikasi USk Pekalongan For Android disini
Dilarang mempergunakan gambar sketch kami tanpa se-izin yang membuat sketch

Pindai QR Code ini, untuk mendapatkan artikel di atas :)
Blog

Nov 25, 2014

Pameran “Art Map Rob”

SUARA MERDEKA - Setelah sukses digelar di Jakarta, Semarang, dan Purwokerto, pameran Art Map Rob kembali disajikan di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan, Sabtu (22/11) malam. Pameran selama sepekan itu menampilkan 35 karya perupa di Jawa Tengah berupa seni instalasi, lukisan, dan foto bertemakan rob.

Pembukaan dilakukan Wali Kota Pekalongan, Mohamad Basyir Ahmad dengan ditandai pemecahan kendi berisi air rob di halaman luar pameran disaksikan Direktur Eksekutif Budi Santoso Foundation (BSF), Adi Ekopriyono,  Kepala Cabang Bank Jateng, Ilyas dan Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi.

Rangkain roadshow pameran hasil kerja sama Suara Merdeka, Pemerintah Kota Pekalongan, Bank Jateng, Budi Santoso Foundation (BSF), dan Hotel Sahid Mandarin Pekalongan ini digelar mulai 22-27 November.

Wakil Pemimpin Redkasi Suara Merdeka, Gunawan Permadi mengatakan, pameran tersebut merupakan bentuk kegelisahan perupa di Semarang dan Jateng terhadap musibah air pasang atau rob.

‘’Ini bagian dari kampanye perupa untuk menggugah kesadaran masyarakat akan bencana rob. Sebelumnya, pameran ini digelar di Jakarta (Galeri Nasional) sekitar Juni 2013, Semarang di Galeri Semarang, Purwokerto, dan berakhir di Pekalongan,’’ ucapnya di sela-sela acara yang dipandu oleh MC Oji Kamali.

Menjadi Berkah

Selain menggugah kesadaran masyarakat, pameran ini diharapkan bisa memberikan gambaran bahwa masalah rob diharapkan tidak menjadi bencana tetapi bisa menjadi berkah bagi semua.

Diungkapkannya, karya yang dipamerkan hanya 50 persen dari seluruh karya yang digelar di Galeri Nasional. Hal itu dikarenakan sebagian karya ada yang dipamerkan dan diikutkan dalam lomba di tempat lain.

Wali Kota Pekalongan, Mohamad Basyir Ahmad mengatakan, pameran tersebut sangat penting karena seni bisa menjadi pelunak hati. Dengan seni seperti halnya seni rupa, bisa membuat nurani kita bicara dan memahami situasi yang sedang dialami.

‘’Rob bisa menjadi musibah namun bisa juga menjadi berkah. Itu tergantung dari bagaimana kita menanggapi dan mengatasinya,’’ kata Wali Kota dalam acara yang dihadiri oleh Dewan Kesenian Pekalongan, Aan Jindan, dan GM Hotel Sahid Mandarin Pekalongan, Aris Dwi.

Sementara pameran yang dibuka untuk umum tersebut menarik banyak pengunjung, baik dari seniman dan masyarakat untuk melihat karya-karya perupa Jateng bertema rob.

Mereka begitu antusias melihat dan mengabadikan karya-karya seperti milik perupa Pekalongan berjudul ‘’Pasrah’’ karya Ahmad Soleh, ‘’Menjadi Layu’’ karya Arifin Jombor, ‘’Transportasi’’ karya M Rohman, dan ‘’Surat dari Laut’’ karya Huda.(J12-15)




Anda suka dengan postingan ini silahkan klik tombol ini
Recent Post



Bagi Anda pengguna Android silahkan download aplikasi USk Pekalongan For Android disini
Dilarang mempergunakan gambar sketch kami tanpa se-izin yang membuat sketch

Pindai QR Code ini, untuk mendapatkan artikel di atas :)
Blog

Nov 4, 2014

Majalah Online Pekalongan Sketchers di Flipboard


Membuat majalah online merupakan keinginan kami yang belum kami realisasikan. Tapi setelah melihat dan mencoba Aplikasi Flipboard, kami percayakan sepenuhnya Majalah Online kami di Flipboard. Anda bisa melihat Majalah Online kami melalui Aplikasi Flipboard ataupun di Web Flipboard. Jangan lupa di FOLLOW kakaaak :)



Anda suka dengan postingan ini silahkan klik tombol ini
Recent Post



Bagi Anda pengguna Android silahkan download aplikasi USk Pekalongan For Android disini
Dilarang mempergunakan gambar sketch kami tanpa se-izin yang membuat sketch

Pindai QR Code ini, untuk mendapatkan artikel di atas :)
Blog

Apr 1, 2014

Selamat Hari Jadi Kota Pekalongan Ke-108


SELAMAT HARI JADI KOTA PEKALONGAN KE-108
SEMOGA MENJADI KOTA TELADAN DUNIA !!!

divine-music.info


HAPPY BIRTHDAY - THE CLICK FIVE

 

Anda suka dengan postingan ini silahkan klik tombol ini
Recent Post



Bagi Anda pengguna Android silahkan download aplikasi USk Pekalongan For Android disini
Dilarang mempergunakan gambar sketch kami tanpa se-izin yang membuat sketch

Pindai QR Code ini, untuk mendapatkan artikel di atas :)
Blog

Mar 31, 2014

SKETSA ON THE SPOT Oleh Adji Setiawan

IS JOGJA. Manakala, permukanan kertas yang lembut mulai digores oleh ujung pena yang meruncing, akan ada perasaan estetis yang tersentuh seiring terciptanya setiap garis. Ketika itu pula lah dua kebenaran yang berlainan dipertemukan di atas permukaan kertas. Kasat mata dan tidak kasat mata. Makro dan mikro. Jagat gedhe dan jagat alit. Yakni realitas yang di respon dan unsur rasa yang merespon. Keduanya dihadirkan secara ekslusif dalam sebuah karya sketsa dari tangan tangan mereka... para pemburu sketsa.

Sketsa adalah visualisasi objek seefektif mungkin. Hanya dengan tarikan garis garis yang saling mendukung satu dengan yang lain, sketsa diharapkan mampu menghadirkan persepsi objek yang dimaksud kendati tidaklah tuntas. Bisa disimpulkan bahwa sketsa adalah cara atau tehnik menggambar yang paling sederhana.

Dunia arsitek, desain dan permesinan juga menggunakan sketsa untuk menyimpan data dan menyampaikan informasi "gambar kerja" secara cepat. Yang oleh golongan akademis kemudian sebut dengan istilah seni terapan. Sedangkan sketsa yang dimaknai dengan kepemilikan individu yang mutlak sebagai ekspresi personal untuk memenuhi kebutuhan artistik manusia disebut seni murni.
Jl. Kepodang Kota Lama Semarang Oleh Aryo Sunaryo

Dari segi kepentingan, seni lukis membagi sketsa kedalam dua bentuk. Yang pertama adalah sketsa sebagai sebuah kerangka untuk sebuah karya yang lebih kompleks sepeti lukisan, drawing, patung dan lain sebagainya. Dan yang kedua adalah sketsa sebagai karya final yang tidak perlu disempurnakan kemudian agar dapat dinikmati sebagai karya seni dua dimensi yang merdeka. Spesifkasi yang kedua inilah yang akan dibahas dalam tulisan ini. Dipersempit lagi adalah sketsa on the spot. Atau menggambar di depan objek secara langsung.

Sketsa? Kedengaranya sederhana. Setidaknya jika dibandingkan dengan drawing atau melukis dengan jangka prosesnya yang ideal lebih lama dan kompleks secara tehnis. Akan tetapi jenis seni rupa yang pertama kali lahir ini tetap memiliki kekuatanya sendiri dan sudah tidak bisa dibandingkan lagi nilai spiritnya. Justru dalam kesederhanaan itulah sketsa mampu menampilkan keindahanya secara lantang. Hitam di atas putih dan to the point sehingga  potensial penuh dengan manifestasi dari jiwa. Sebagaimna hebatnya lukisan, sketsa tak kalah memiliki banyak ruang untuk visi, persepsi dan subjektifitas.

Yang menjadi kekuatan adalah garis. Garis dalam sketsa tidak sekedar garis melainkan torehan yang mewakili emosi dari seorang sketcher. Sebagian kalangan menyebutnya dengan istilah “roh”. Dalam kaitanya, manusia sebagai mahluk yang tidak kaku seperti mesin memiliki dinamika rasa dalam mengungkapkan sebuah garis. Tergantung dari estetika (pengalaman indrawi) yang berbeda dari masing masing sketcher. Bertolak dari inilah karaker itu lahir. Kita bisa mengenali sorang sketcher dari karya sketsanya. Yaitu dari tarikan garis yang menjadi identitas seorang skether di samping objek kecenderungan dan gaya yang ia peragakan.

Sejatinya, sketsa berada pada posisi yang eksklusif walau terkadang dinilai masih belum mampu mewakili realitas yang sebenarnya. Ketidaksesuaian seperti liarnya garis, perspektif yang meleset atau anatomi yang kurang proporsional, menjadi poin yang mengganggu persepsi para apresiator. Kecuali jika sudah disikapi dengan pandangan bahwa sesuatu yang rapi, statis dan teratur adalah sesuatu yang membosankan, maka melalui spontanitas garis, sketsa memiliki bahasa yang dapat diolah untuk menampilkan inovasi yang mampu meluluhlantakan teori kemiripan (resemblance) fotografi yang nyaris sempurna. Nilai mausiawi inilah yang seringkali terabaikan di era digital saat ini. Di mana segala sesuatu telah dilipat, serba instan, cepat sehingga melewatkan setiap proses dan gejolak gejolak yang gaduh di wilayah rasa.

Dalam keseharianya, sampai saat ini sketsa masih menjadi katakanlah hal yang relatif sedikit diminati bahkan untuk dinikmati oleh masyarakat umum. Dengan kata lain sketsa tidaklah popular atau mainstream di kalangan masyarakat. Karena memang visualsasi menggunakan sketsa itu tidak semudah kamera digital yang hanya dengan klik satu tombolnya, kemudian selesai. Namun lebih dari itu, sketsa itu ibarat sebuah perjalanan panjang yang rahasia. 

Secara tehnis, sketsa jelas menjadi lebih diskriptif dari fotografi. Sebab, di balik kecakapan seorang sketcher, pastilah ada banyak hal yang telah ia tempuh-pelajari. Seorang sketcher harus belajar misalnya proporsi (bentuk) terlebih dahulu. Kemudian belajar perspektif, komposisi, anatomi dan gerak sebelum kemudian kembali ke artistik garis. Di sisi lain, pengetahuan mengenai peralatan juga berpengaruh. Pada akhirnya, eksplorasi juga dibutuhkan untuk mengenal peralatan yang paling sesuai.

Akan ada banyak permasalahan yang asik dalam setiap langkah pembelajaranya. Misalnya ketika belajar komposisi, seorang sketcher akan dituntut kreatifitasnya terutama dalam pemilihan titik spot. Objek apa saja yang perlu disederhanakan dan objek mana yang akan dijadikan fokus. Terkadang seorang sketcher juga ditawarkan haknya untuk mengubah tampilan realitas dalam sketsa. Misalnya ada sebuah pohon di sisi kiri yang dianggap membuat komposisi kurang harmonis, maka akan dipindahkanya (dalam sketsa) ke sisi kanan dan sebainya. Karena sketsa tidak lantas tunduk kepada objek yang mau tidak mau begitulah adanya. Itulah keunggulan daripada sketsa. 

Tematis, tingkat kesulitan tertinggi dalam sketsa adalah ketika berhadapan dengan sketsa suasana. Setidaknya sketsa suasana adalah yang paling kompleks. Sebab, yang digambar meliputi aktifitas objek yang bergerak di samping ada objek utama, objek pendukung dan background. Sampai di sini proses pembelajaran masuk ke tahap baru. Tantanganya sudah tidak lagi pada bentuk. Perspektif juga seharusnya sudah tidak lagi menjadi kendala. Melainkan sudah mulai mengamati gerak seperti orang yang sedang berjalan, sedang merokok dan sebagainya agar karya mampu menghadirkan suasana dan nuansa. Ke tingkat yang lebih sulit lagi ketika sampai pada hal detail seperti gender, usia, ragam pakaian dsb yang bisa mewakili zaman. Juga pemilihan objek objek seperti kendaraan bermotor, pedagang dan apapun objek yang bisa dijadikan identitas misalnya tiang listrik dan lampu kota.

Proses mengamati menjadi sangatlah penting. Dan juga kepekaan visual dan respon terhadap bentuk. Sketsa on the spot seakan mengajarkan kita untuk dekat dengan realitas beberapa tahap lebih dalam. Sebab sketsa menuntut turun untuk interaksi secara langsung dengan lingkungan bahkan masyarakatnya. Yang selanjutnya membentuk gaya pribadi membumi lalu berkarya sesuai dengan nafas kehidupan masyarakatnya. Di sisi lain estetika akan berkembang seiring seorang sketcher melatih dirinya dalam membuat karya sketsa. Setiap goresan adalah pengalaman menuju kematangan artistik. Setiap detik prosesnya adalah kontemplasi. Dan setiap objek adalah subjek yang memiliki sejarah dan masa depan. 

Karya Teguh Setiawan Pinang. 
Candi Ijo bermedia tinta di atas kertas A3
Selalu ada cerita dari kehadiran sketcher di tengah ruang ruang publik. Dari sekedar pelampiasan hasrat, sampai pemaknaan hidup. Dan apapun opini yang muncul, kehadiran sketcher dengan misinya di tengah masyarakat menjadi pemandangan yang lain dari biasa.
Di samping drawing, sketsa bisa jadi basis dalam melukis terutama gaya realis di kalangan pelukis. Bahkan pelukis Sudjojono terkadang mengukur kemampuan seorang pelukis dari sketsanya. Indikasi ini menunjukan bahwa ada korelasi antara sketsa dengan bidang yang lain. Setidaknya otak kanan dan kepekaan kita terasah melalui sketsa. Yang kemudian secara tidak langsung berdampak pada keseharian kita.

Setiap orang adalah seniman di mana setiap tempat adalah panggung. Keluar dari konteks permasalahan tehnis, sketsa adalah sebuah karya seni yang harus dipandang secara positif. Tidak ada salahnya kita belajar sketsa sekalipun bukanlah seorang seniman profesional. Karena akan ada banyak hal yang kita dapatkan dan begitu pula sebaliknya, akan ada banyak hal yang dapat kita berikan melalui sketsa sebagai sebuah karya seni.

Tulisan Oleh Adji Setiawan ( Penikmat Sketsa )

 

Anda suka dengan postingan ini silahkan klik tombol ini
Recent Post



Bagi Anda pengguna Android silahkan download aplikasi USk Pekalongan For Android disini
Dilarang mempergunakan gambar sketch kami tanpa se-izin yang membuat sketch

Pindai QR Code ini, untuk mendapatkan artikel di atas :)
Blog

Feb 24, 2014

Indonesia's Sketcher dalam pameran "Ekspresi Indonesiaku"

Pameran yang diadakan oleh salah satu brand seni Faber Castell di Museum Nasional Indonesia 15-23 Februari 2014. Dalam pameran ini Indonesia's Sketcher ( IS ) berpartisipasi dengan menampilkan sebuah karya sketchtafet yang dikerjakan oleh beberapa sketcher dalam satu lembar kertas. Selain itu pada pembukaan acara, IS juga menghadirkan sketchbook karya anggota IS. Pada penutupan pameran, IS mengadakan Live Sketching yang diadakan pada tanggal 23 Februari 2014 pukul 10.00-12.00 WIB. Dokumentasi oleh O Kim 











Anda suka dengan postingan ini silahkan klik tombol ini
Recent Post



Bagi Anda pengguna Android silahkan download aplikasi USk Pekalongan For Android disini
Dilarang mempergunakan gambar sketch kami tanpa se-izin yang membuat sketch

Pindai QR Code ini, untuk mendapatkan artikel di atas :)
Blog

Jan 27, 2014

3 Kota Teladan Di Indonesia, Banjarmasin, Pekalongan dan Solo

3 kota dipilih menjadi kota teladan bagi kota - kota lain di Indonesia oleh badan PBB, United Nations Human Settlements Programme. Tiga kota pilihan UN Habitat itu adalah Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Pekalongan dan Solo di Jawa Tengah.


"Tiga kota ini berhasil membuktikan bahwa mereka mampu melakukan perubahan dan membuat kotanya menjadi lebih baik," kata Bruno Dercon, Human Settlements Officer di UN Habitat Asia Pasifik di Fukuoka, Jepang, 29 November 2012. Banjarmasin, Pekalongan dan Solo dianggap sebagai kota dengan tata kelola yang baik, kepemimpinan yang kuat dan kebijakan yang pro terhadap warga miskin.

Program ini diawali dengan ide untuk mendengarkan cerita dari kota - kota yang sukses. "Jika ada kota yang sukses, maka seharusnya kota - kota lain juga bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan," kata Bruno. Ketiga kota ini dianggap bisa menjadi teladan bagi 500 kota lain di Indonesia.

Kepemimpinan menjadi faktor penting dalam perkembangan ketiga kota, terutama di Pekalongan dan Solo. Penilaian dilakukan antara tahun 2011 dan 2012, saat itu Pekalongan dipimpin Walikota M Basyir Ahmad, Banjarmasin oleh Muhidin dan Solo dipimpin Joko Widodo.

Pemilihan 3 kota ini adalah bagian program Strategi Pembangunan Kota yang awalnya bertujuan untuk menghubungkan pemerintah daerah dan pusat untuk merealisasikan pembangunan di kota. Selanjutnya, UN Habitat berniat menggelar pelatihan untuk para pemimpin kota - kota lain di Indonesia. 

Caranya, mengirim para Walikota untuk belajar di ketiga kota tersebut. "Agar mereka bisa melihat sendiri dan belajar dari sumbernya langsung," kata Bruno. 

Berikut ini ulasan singkat mengenai ketiga kota tersebut:

Banjarmasin
Strategi kota Banjarmasin adalah menjadi gerbang ekonomi Kalimantan, sebuah kota sungai tradisional yang nyaman. "Pegawai pemerintah kota Banjarmasin penuh dengan orang - orang muda bersemangat yang mengerti semua tentang kotanya," kata Bruno.

Salah satu hal yang patut dicontoh dari Banjarmasin adalah layanan air bersih untuk hampir seluruh kota. 98 persen rumah tangga di Banjarmasih sudah dilayani PDAM, persentase yang tertinggi di Indonesia. 

Sebagai kota di Kalimantan, Banjarmasin menyadari bahwa sungai adalah identitas kota. Budaya sungai ini akan diperkuat untuk menjadikannya sebagai aset kota dan menyatukan sungai dalam strategi pembangunan. Apalagi, ikon terkenal Banjarmasin adalah pasar terapung yang mengundang wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Tantangan bagi Banjarmasin adalah mengatasi pertumbuhan penduduk kota yang diperkirakan berlipat ganda dalam dua dekade. Kota ini dituntut untuk terus memperbaiki layanan dasar dan kualitas hidup warganya. Dengan penduduk yang terus meningkat, kemacetan mengancam kota ini jika tidak segera menemukan solusi.

Pekalongan
Pekalongan punya tiga strategi utama, yakni pengembangan minapolitan, revitalisasi kawasan pusat kota dan pengembangan ekonomi batik. "Awalnya pemerintah kota masih bimbang menetukan mana yang lebih penting untuk dikembangkan, Pekalongan sebagai kota minapolitan di pesisir atau kota batik," kata Bruno.

Masalah mendasar di Pekalongan adalah rendahnya layanan umum dasar, banyaknya penduduk berpendapatan rendah dan pengangguran. Wilayah pemukiman di pesisir utara masih buruk dan rentan terhadap bencana alam. 

Untuk mengatasinya, Pemerintah Pekalongan sedang fokus untuk menata daerah utara kota. Caranya, dengan manajemen lingkungan pesisir dan pembangunan. Masyarakat berpendapatan rendah diberi pinjaman lunak dan promosi usaha budidaya dan pengolahan ikan.

Batik Harris Riadi Pekalongan
Pembatik di Green Batik Harris foto oleh M. Irfandi (2012)
Solo
Pemerintah Kota Solo dinilai punya fokus yang jelas untuk mewujudkan visi kotanya, "eco cultural city". Strategi kota ini berkaitan dengan ekologi perkotaan, penjagaan warisan budaya, pengembangan ekonomi lokan dan pembangunan infrastruktur.

Taman - taman direnovasi, antara lain taman Balekambang, Manahan, Kalianyar dan Pucang Sawit. Pemerintah mengusahakan membangun taman lain untuk meningkatkan jumlah penduduk yang tinggal dengan jarak lima menit jalan kaki dari taman.

Bukan berarti Solo bebas masalah. Kualitas ruang publik masih dinilai rendah, apalagi dengan rendahnya kesadaran terhadap masalah lingkungan. Sungai masih tercemar, drainase tak terawat sehingga banjir kerap terjadi.

Menurut UN Habitat dalam laporannya, kebijakan pro - kemiskinan yang dilakukan di Solo meliputi pengurangan kerentanan terhadap banjir, memperbaiki sarana infrastruktur kawasan miskin dan menciptakan lapangan kerja. Yang paling penting adalah melibatkan si miskin dalam dialog.




Anda suka dengan postingan ini silahkan klik tombol ini
Recent Post



Bagi Anda pengguna Android silahkan download aplikasi USk Pekalongan For Android disini
Dilarang mempergunakan gambar sketch kami tanpa se-izin yang membuat sketch

Pindai QR Code ini, untuk mendapatkan artikel di atas :)
Blog

 

Social Media

  • Copyright © Pekalongan Sketcher™ is a registered trademark.
    Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.